Kuliner
Jum`at, 30 Juni 2017 - 19:11:00 | redaksi / Sorot Sukoharjo

Lebaran, Perajin Makanan Khas Sukoharjo Kebanjiran Pesanan
Lebaran, Perajin Makanan Khas Sukoharjo Kebanjiran Pesanan
Tempat pembuatan makanan khas tradisional Sukoharjo

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Musim libur Lebaran menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah perajin makanan khas tradisional di Sukoharjo. Seperti perajin jenang alot di Dukuh Randusari, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, yang mengalami peningkatan omzet hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa.

Seorang pembuat jenang alot, Kardi, mengaku, pesanan jenang alot datang dari warga untuk hidangan saat Lebaran maupun dari warga pemudik yang ingin kembali ke tempat perantauan. Banyak pembeli berasal dari luar daerah sepeti Surabaya dan Jakarta memborong makanan khas Sukoharjo sebagai buah tangan.

“Sejak jelang Lebaran peningkatannya cukup banyak. Kalau hari biasa kita hanya membuat 3 wajan, di libur Lebaran ini kita bisa membuat sampai 10 wajan,” ujarnya, Kamis (29/6/2017).

Ia menjelelaskan, untuk satu adonan jenang alot ia membutuhkan 12 kilogram bahan baku terdiri dari campuran tepung beras ketan, gula jawa, dan santan kelapa. Sementara proses pembuatan jenang alot ini sendiri membutuhkan waktu sekitar empat jam dengan menggunakan tungku kayu bakar.

“Satu boks jenang alot dengan berat sekitar 500 gram dijual Rp 65 ribu. Pembeli paling banyak memilih jenang alot. Di sini ada juga pilihan produk lainnya, ada krasikan, kue prol dan wingko babat,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli mengaku memilih jenang alot sebagai oleh-oleh karena makanan ini sangat khas dan jarang ditemui di kota-kota besar. Kali ini dia membeli dua boks jenang alot sebagai oleh-oleh anaknya yang bekerja di Kota Jakarta.

“Ini saya mau membelikan untuk anak saya, mau dibawa ke Jakarta,” katanya. (ridwan)

Berita Terkait :